TPLink TL-WR340G Wi-Fi AP Router Produk ini sangat cocok untuk membangun HOTSPOT di rumah dari sumber koneksi modem Telkom Speedy. HARGA RP.299.000
TD-W8101G 54M Wireless ADSL+ Router Modem Wireless ini di desain sebagai sebuah perangkat modem internet multifungsi 3 in 1. berfungsi sebagai modem internet ADSL+ (koneksi internet line telepon) dan sebagai Ethernet Router (1 Port). HARGA RP.499.000.
TPLink TL-WR941ND 3 ANTENA berfungsi sebagai AP Router Mode teknologi MIMO, Bridge mode WDS (point-to-point / point to Multi-point). Router Wifi Draft-N ini mampu mentransfer data sampai dengan 300 Mbps dengan Terintegrasi 3 antena untuk memperkuat dan memperluas jangkauan signal radio wifi-nya. HARGA RP.590.000
Speedy INFO : 0361-8581362
Oleh karena tidak adanya lisensi yang mahal, maka seringkali open source dinilai lebih baik dan menjadi yang sehrusnya dibutuhkan untuk department IT, terutama untuk penghematan biaya. Hal lainnya, karena open source telah banyak menuai kesuksesan untuk enterprise, terutama untuk web server.
Namun, bagaimanapun hanya 2 dari 12 team CIO Jury mengatakan bahwa software open source adalah jalan tercepat untuk memotong biaya selama resesi ekonomi. Sedangkan sisanya mengatakan bahwa biaya untuk migrasi ke open source dan training ulang staff adalah sisi buruk dari adopsi open source. Menurut Peter Birley, director operasi bisnis dan IT di Browne Jacobson LLP memperkirakan bahwa dengan adopsi open source maka pengeluaran biaya lebih banyak dibandingkan penghematan.
Sementara Andrew Wayland, CIO Michael Page International, setuju bahwa akan ada biaya tambahan yang muncul dengan adopsi software open source. “Adopsi open source memiliki ‘hidden cost’ atau ‘biaya tersembunyi’ yang tidak tampil dengan segera. Dengan membangun system enterprise menggunakan software open source maka Anda harus membayar lagi guna resiko tambahan lainnya.” ungkap Wayland.